WORLD RADIO DAY, TEKNOLOGI YANG BERTAHAN DALAM GEMPURAN

February 13, 2018

DI-WORLD-RADIO-DAY-CARI-TAHU-YUK-KENAPA-RADIO-MASIH-HIDUP-SAMPE-SEKARANG!

sumber foto: wiseGEEK

 

Masih inget kampanye #RadioGueMati yang sempet bikin heboh 11 Desember 2017 lalu? Kampanye itu diadain sama Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) dan radio-radio di Indonesia. Diselenggarain cuma 15 menit pada 07.45 sampe 08.00, kampanye ini cukup memberi kita gambaran betapa sepinya kalo radio mati dan nggak siaran lagi. Gogirl! sempet bikin artikel lengkapnya soal kampanye #RadioGueMati ini.

 

 

Pertanyaannya, di tengah gerusan platform-platform era internet kayak media online, media sosial, dan YouTube, kenapa radio tetep nggak mati dan bertahan?

Berhubung hari ini, 13 Februari, adalah World Radio Day, Gogirl! bakal mencoba membahas kenapa radio tetep menjadi salah satu media yang masih banyak digemari sampai saat ini.

 

ALASAN RADIO NGGAK BAKALAN PERNAH MATI

Lantas kenapa radio masih berjaya sampe sekarang?

Dikutip dari buku Broadcasting Radio: Panduan Teori dan Praktik (2010), ada beberapa karakteristik radio yang unggul dibandingin sama media massa lainnya. Karakteristik inilah yang membuat radio analog tetep bertahan meskipun radio-radio digital (streaming) terus bermunculan seiring dengan populernya budaya mendengarkan lagu secara streaming.

 MURAH DAN LESS EFFORT

Kalo dibandingin sama radio streaming, akses ke radio analog lebih mudah dan less effort. Alasannya, zaman sekarang setiap handphone pasti punya radio. Tinggal buka aplikasinya, langsung bisa dengerin deh lagu dan program siaran favorit kita. Beda sama aplikasi music player atau radio streaming yang butuh terkoneksi sama internet terlebih dahulu. Bener-bener nggak ada deh media massa yang lebih murah daripada radio.

 

AUDITIF, COCOK BUAT MULTITASKING

Generasi anak muda zaman sekarang adalah generasi multitasking. Itulah kenapa radio jadi media yang cocok banget jadi sumber informasi sehari-hari. Kita bisa dengerin radio sambil nyetir, masak, buka media sosial, bahkan sambil ngobrol. Nggak kayak media cetak atau online yang butuh konsentrasi saat kita membacanya, nggak juga kayak televisi yang harus kita lihat dengan mata. Radio itu auditif, dan kita cuma butuh telinga buat menerima informasi dari sana.

 LOKAL BANGET

Beberapa program di radio dan bahkan beberapa stasiun radio siaran pake bahasa daerah. Hal ini menunjukkan kalo keunggulan radio adalah sifatnya yang lokal dan bener-bener merepresentasikan komunitas tertentu. Kita sendiri sebagai pendengar pasti milih program atau bahkan stasiun radio yang kita banget, entah itu dari pilihan lagunya, cara penyiar membawakan acara, bahasa yang penyiar pake, sampe kecocokan kita sama penyiar tertentu.

 AKRAB SAMA AUDIENSNYA

Dibandingin media massa lainnya, radio adalah media yang paling akrab sama audiensnya. Di media mana lagi kita bisa mendengar siaran informasi selayaknya seseorang yang lagi cerita sama temen deketnya? Apalagi kalo yang kita dengerin adalah program siaran dengan sesi curhat dan si penyiar menyediakan waktu buat ngobrol sama pendengar lewat telepon. Pendengar yang curhat juga nggak perlu khawatir identitasnya ketauan karena pendengar lain nggak ada yang tau wajahnya seperti apa.

 

So, radio apa yang kamu dengerin sepanjang pulang sekolah hari ini?

 

 

Written by Asmi Nur Aisyah
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar