SAMPAH LAUT BALI INGATKAN KITA BUAT LEBIH PEDULI LINGKUNGAN

March 09, 2018

BULE-BERENANG-DI-ANTARA-SAMPAH-LAUT-BALI-INGATKAN-KITA-BUAT-LEBIH-PEDULI-LINGKUNGAN

sumber foto: Bantumen

 

Selama ini Bali dikenal sebagai salah satu destinasi liburan impian bagi para wisatawan asing, tapi apa ya kira-kira yang bakal ada di pikiran mereka setelah melihat video ini? Cuplikan rekaman seorang bule yang sedang berenang di Laut Nusa Penida, Bali tiba-tiba menjadi viral beberapa hari belakangan. Lewat video yang dia upload di Facebook dan YouTube, seorang penyelam asal Inggris bernama Rich Horner ingin menunjukkan sisi lain dari pantai dan laut Pulau Dewata yang selama ini eksis karena keindahannya.

 

 

Bisa kita lihat sendiri betapa mirisnya kondisi laut Indonesia di video yang diambil langsung oleh Horner. Banyak banget sampah plastik yang menggenang di permukaan, bahkan dasar Laut Nusa Penida yang dijelajahinya pada saat itu. Video ini kemudian menjadi viral, bahkan ikut dibagikan oleh media-media besar berskala internasional kayak BBC, The Guardian, dan Telegraph.

 

 

The ocean current brought us in a lovely gift of slick of jellyfish, plankton, leaves, branches, fronds, sticks, etc.. “kata Horner di post Facebook-nya, 3 Maret lalu. “Oh, and some plastic, plastic bags, plastic bottles, plastic cups, plastic sheets, plastic buckets, plastic sachets, plastic straws, plastic baskets, plastic bags, more plastic bags, plastic, plastic. So much plastic!” lanjutnya, seperti dikutip dari The Guardian.

Video tersebut ternyata tepatnya diambil di lokasi menyelam bernama Manta Point, 20 KM dari Bali. Tapi bukannya bertemu dengan manta ray (ikan pari), Horner malah bertemu dengan lebih banyak sampah. Dikutip dari BBC, bule ini udah tinggal di kawasan tersebut selama lima tahun. Walaupun dia terkadang menemukan beberapa plastik ketika menyelam pada musim hujan, katanya ini pertama kalinya dia melihat sampah dengan skala sebesar itu.

Dalam updatean terbarunya, Horan bilang kalo ketika kembali ke lokasi tersebut keesokan harinya, kumpulan sampah yang dia liat kemarin udah nggak ada. Sayangnya, kabar ini nggak sepenuhnya membahagiakan karena artinya sampah-sampah tersebut udah terbawa arus dan lagi melanjutkan perjalanannya ke laut dan samudra lain.

The divers who went to Manta Point report they saw no plastic/trash at all. Great for the mantas coming in for a clean at the station, but, sadly the plastic is continuing on its journey, off into the Indian Ocean, to slowly break up into smaller and smaller pieces, into microplastics. But not going away,” katanya.

 

BULE-BERENANG-DI-ANTARA-SAMPAH-LAUT-BALI-INGATKAN-KITA-BUAT-LEBIH-PEDULI-LINGKUNGAN

sumber foto: Twitter @13Rudi

 

Dikutip dari The Telegraph, Bali memang dikabarkan mengalami darurat sampah. Para petugas bahkan sampe dikirim ke Pantai Jimbaran, Kuta, dan Seminyak untuk membersihkan dan membawa 100 ton sampah setiap harinya. Nggak cuma Bali, seperti dikutip dari Kompas, Indonesia barada di urutan kedua setelah Cina sebagai penyumbang terbesar puing-puing laut. Katanya, sekitar 1,29 juta metrik ton sampah dihasilkan oleh Indonesia setiap tahunnya. Konsentrasi plastik di terumbu karang Indonesia juga menjadi yang paling tinggi menurut hasil penelitian, padahal sampah plastik memicu peningkatan kerusakan terumbu karang hingga 94%. Duh, kita tega sama terumbu karang dan hewan-hewan laut yang nggak berdosa itu?

Well, siapa sih yang nggak malu membaca berita ini tentang negara kita? Tapi jangan sekedar malu, ikut komentar, terus berakhir lupa lagi ya sama masalah ini. This is like a reminder for us buat lebih peduli sama lingkungan. Terlebih lagi setelah melihat bukti-bukti nyata di atas. It’s 2018 guys, udah nggak zaman buang sampah sembarangan, setuju nggak?

 

 

Written by Tsana Garini Sudradjat
Photo Source:
Bantumen, Twitter @13Rudi
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar