BANYAK PENGGUNA KONTEN BAJAKAN SADAR LANGGAR HUKUM

June 08, 2018

BANYAK-PENGGUNA-KONTEN-BAJAKAN-SADAR-LANGGAR-HUKUM

 

Berapa banyak di antara kita yang tau kalo mengakses konten-konten secara gratis di platform ilegal (entah itu film, serial , musik, dsb) adalah bagian dari pembajakan dan karenanya melanggar hukum? Berapa banyak juga di antara kita yang tetep melakukannya bahkan setelah mengetahuinya?

 

Dikutip dari CNN Indonesia, sebuah studi di Inggris yang dilakukan oleh konsultan anti pembajakan Muso  menunjukkan bahwa 53% dari 1,000 responden yang terlibat dalam survei mereka sebenernya sadar kalo mengakses atau menggunakan konten bajakan adalah tindakan yang melanggar hukum. Studi tersebut juga menunjukkan bahwa bahkan setelah mengetahui fakta tersebut, banyak di antara mereka yang tetap memilih buat mengakses konten dari platform-platform ilegal karena tiga alesan: 1.) biayanya yang lebih terjangkau; 2.) konten yang mereka cari/inginkan nggak tersedia di platform resmi; atau 3) beberapa konten nggak tersedia di negara mereka.

Seperti yang mungkin udah kita ketahui, membajak berarti mengambil hasil ciptaan orang lain tanpa sepengetahuan dan seizinnya, sebagaimana yang dilakukan oleh banyak situs ilegal di dunia maya. Walaupun Variety menyebut kalo hasil studi ini masih diragukan karena Muso melakukan surveinya melalui CitizenMe, sebuah aplikasi yang memberikan uang kepada penggunanya untuk menyelesaikan sebuah kuis, temuan ini tetep menunjukkan kalo ternyata masih ada (atau bahkan masih banyak) orang yang mengonsumsi konten bajakan sampe sekarang. Padahal ketika kita melakukannya, sebenernya kita udah nggak menghargai sang pencipta karya dan kerja keras mereka, ya nggak? Selain itu, ada kemungkinan yang besar banget kalo hal ini nggak cuma terjadi di Inggris, tapi juga seluruh dunia.

 

TERJADI JUGA DI INDONESIA

Berdasarkan riset kecil-kecilan yang dilakukan oleh Gogirl!, ternyata emang masih ada beberapa di antara kita yang tetep memilih untuk mengakses platform ilegal walaupun tau kalo hal ini termasuk dalam kategori pembajakan yang melanggar hukum. Berikut adalah beberapa alesan mereka:

“Sebenernya tau tapi udah kebiasaan aja sih.. karena sebelumnya kan sempet susah banget tuh nyari website resmi buat download drama, film, variety show, atau lagu-lagu Korea. Walaupun sekarang udah ada Netflix, VIU, Spotify, dan platform-platform legal lainnya, tapi kayak udah terbiasa aja gitu. Di web-web langganan gue ini juga drama, film, atau lagu rilisnya jauh lebih cepet. Kayak besoknya aja pasti udah ada, nggak usah nunggu lama-lama kayak kalo kita nunggu konten di platform resmi. Gratis pula,” kata Rini (22 tahun).

“Dulu sebenernya aku hobi beli CD original, tapi sekarang toko-toko yang ngejualnya udah makin susah dicari karena orang-orang lebih milih buat download, dan akhirnya aku ikutan. Sebenernya udah coba pake Joox juga sih soalnya kan kakakku kerja di industri musik, jadi paham lah kalo pembajakan tuh merugikan. Tapi buat film atau serial aku emang rada males kalo harus bayar. Apa lagi beberapa bayarnya harus pake kartu kredit, bikin susah” kata Dama (23 tahun).

“Tau (kalo ilegal dan melanggar hukum), tapi di situ gratis sih he he.. kalo di platform legal harganya terjangkau mungkin nggak apa-apa ya. Cuma kan buat nonton di Netflix aja kalo nggak salah kita harus bayar 150 ribuan per bulan tuh, sedangkan buat pelajar jumlah segitu tuh lumayan mahal. Karena masih ada yang gratis, jadi pilih yang gratis,” kata Ima (20 tahun).

Well, apakah kalian juga adalah salah satunya? Merasa relate nggak dengan alesan-alesan yang mereka sampaikan?

 

DI MANA KITA BISA MENGAKSES KONTEN SECARA LEGAL?

Seperti yang sebelumnya pernah Gogirl! bahas di artikel “SUDAHKAN KITA NONTON DRAMA KOREA LEWAT MEDIA LEGAL?”, buat kita yang bertekad buat nggak berkontribusi lebih jauh dalam pembajakan sebenernya udah banyak lho layanan Video-on-Demand (VOD) di mana kita bisa nonton film dan serial secara legal. Misalnya aja VIU, Netflix, iFlix, dan Tribe. Sedangkan buat mendengarkan atau mendownload musik secara legal, kita bisa menggunakan Spotify, Joox, Apple Music, dsb. Walaupun kita memang hanya bisa mengakses layanan-layanan tersebut dengan membayar biaya keanggotaan.

Tentunya kalo kita membandingkannya dengan platform ilegal di mana kita nggak perlu mengeluarkan uang sepeser pun, kita pasti bakal merasa rugi. Tapi coba deh ubah mindset kita, kalo kita melakukan ini buat menghargai sang pencipta karya dan kerja keras mereka. Ribet sedikit nggak apa-apalah kalo kita emang mau melakukan hal yang bener, sambil terus berharap platform-platform legal bakal makin lengkap, mudah, dan terjangkau buat diakses. Selain itu kita nggak boleh lupa kalo pembajakan termasuk pelanggaran hukum, di mana artinya kita telah berkontribusi terhadap dilakukannya tindakan kriminal dengan mengakses dan mengonsumsinya. Lagipula beberapa platform legal bisa kita akses dengan harga yang terjangkau kok. Misalnya aja berdasarkan riset Gogirl!, kita cukup membayar sebesar Rp. 30 ribu untuk berlangganan selama 120 hari di Tribe dan 30 hari di VIU. So, menyisihkan sedikit uang jajan kita setiap bulannya bisa lah ya diusahakan ya kalo kita emang bertekad buat melawan pelanggaran hukum yang satu ini.

Baca juga: MENUJU INDONESIA ANTI PEMBAJAKAN FILM NASIONAL

 

 

Written by Tsana Garini Sudradjat
Photo Source:
theconversation.com, world of buzz
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar