FILM HOROR SUPER SEREM BUAT DITONTON DI MALAM HALLOWEEN

October 31, 2018

LEGENDARY-HORROR-MOVIE

 

Film horor, apapun jenisnya, emang selalu seru buat ditonton. Apalagi nontonnya barengan sama temen-temen yang sama-sama nggak berani dan cuma bisa ngintip dari balik bantal atau selalu nutup mata dan siap sedia teriak ngagetin setiap saat! Nah, buat rekomendasi movie night Halloween kita, nggak ada salahnya nih buka-buka lagi film lama yang efek kagetnya lumayan bikin jantung kita olahraga saking bikin dag-dig-dugnya. ready?R

 

1. THE SHINING

 

 

Film ini asalnya dari novelnya Stephen King tahun 1977 yang judulnya sama, The Shining. Film yang dibintangin sama Jack Nicholson, Shelley Duvall, Danny Lloyd dan Scatman Crothers, dan disutradarain sama Stanley Kubrick ini ini dikenal sebagai salah satu dari film horror yang paling hebat sepanjang masa. Sutradara Martin Scorsese bahkan menaruh film ini dalam daftar 11 film horror paling nakutin sepanjang masa meskipun film ini udah lama diluncurin.

Film ini bercerita tentang Jack Torrance (Jack Nicholson) yang datang ke Overlook Hotel, hotel yang letaknya terisolasi di tengah-tengah pegunungan dan letaknya 40 kilometer lebih dari kota terdekat. Jack datang ke Overlook buat interview posisi penjaga di waktu musim dingin. Kalo diterima nantinya, Jack berencana make suasana hotel yang tenang itu buat nulis. Hotel yang dibangun di atas pemakaman suku asli Amerika itu tertimbun salju selama musim dingin, jadi tempat itu tertutup dari bulan Oktober sampe Mei. Manager hotel Stuart Ulmman (Barry Nelson) udah wanti-wanti ke Jack kalo pengurus sebelumnya kena demam kabin dan ngebunuh semua keluarga dan dirinya sendiri. Di Boulder, anak Jack, Danny Torrance (Danny Lloyd) dapet penglihatan menakutkan soal hotel, memperlihatkan aliran darah keluar dari pintu lift dan kemudian penglihatannya menjadi kabur.

Keluarga Jack kemudian datang ke hotel di hari terakhir dan dapet tur keliling hotel. Kepala hotel, Dick Hallorann (Scatman Crothers) bilang ke Danny kalo dia dan neneknya punya kemampuan telepati yang disebut “Shining”, dan ngasih tau ke Danny kalo dia punya banyak penglihatan tentang hotel ini yang nggak semuanya baik, dan dia memperingatkan Danny buat jauh-jauh dari kamar 237. Semakin lama mereka tinggal di hotel itu, Jack malah bertingkah semakin aneh, and the nightmare begins.

Film ini The Shining versi Eropanya lebih pendek 25 menit daripada versi Amerikanya, karena menghapus sebagian besar adegan yang diambil di sekitar hotel. Tahun 2001, film ini dapet peringkat ke 29 di list 100-nya AFI, dan Jack Torrance disebut sebagai penjahat paling hebat di peringkat ke-25 AFI’s 100 years. Saking berlebihannya, para ahli Matematika di London’s King’s College make model statistik buat mempelajari film ini, dan memutuskan kalo film ini adalah “perfectly scary movie” karena perpaduan yang pas antara ketegangan, adegan gore, size of the cast, sama shock value-nya. Tau nggak sih, ada adegan yang iconic di sini, adegan dimana Jack bilang “Heeere’s Johnny!”, dan buat adegan ini aja mereka syuting selama 3 hari dan ngerusakin 60 pintu sebelum mereka ketemu ekspresi Jack yang pas. Selain itu, Jack bisa ngancurin pintunya dengan mudah karena dia dulu adalah sukarelawan pemadam kebakaran, jadi bagian propertinya dipaksa buat ngebangun pintu yang lebih kuat lagi. Sementara adegan d imana penglihatan Danny soal darah keluar dari pintu, butuh waktu setahun sebelum Stanley Kubrick puas.

 

2. THE TEXAS CHAINSAW MASSACRE

 

 

Entertainment Weekly milih film ini sebagai film terseram kedua yang pernah ada setelah film The Exorcist. Awalnya film ini punya judul “Leatherface”, dan diubah jadi “Head Cheese” tapi kemudian sebelum rilis, judul film ini dirubah lagi jadi “The Texas Chainsaw Massacre”. Walaupun film ini muncul tahun 1974, dan spesial efeknya mungkin terbatas, tapi banyak banget penonton yang keluar dari bioskop di 5 menit awal film ini karena terlalu seram. Film ini terinspirasi dari kehidupan nyata seorang pembunuh bernama Ed Gein. Karena cost filmnya yang sangat sedikit (cuma $300.000) bikin sutradara Toby Hooper maksain semua cast dan produksi film tujuh hari berturut-turut di tengah-tengah udara Texas yang panas dan berdebu biar harga peminjaman peralatan syuting jadi nggak mahal dan hal ini bikin hampir semua cast kesal sama Hooper.

Waktu dirilis pertama kali pada bulan Oktober 1974, beberapa negara melarang penyiaran film ini dan banyak teater yang berhenti nayangin film ini karena banyak penonton yang komplain soal violence yang ada di film ini karena Motion Picture Association of America ngasih rating R untuk film ini. Meskipun begitu, film ini akhirnya jadi sukses, membuahkan keuntungan sebesar $30 million di bioskop domestik. Film ini juga salah satu yang mempelopori penggunaan senjata di film genre slasher, dan karakterisasi pembunuh yang berbadan besar, kekar dan nggak punya wajah.

Film ini bercerita soal Sally Hardesty, Franklin Hardesty, Jerry, Kirk sama Pam yang lagi trip ke kuburan kakek Hardesty buat ngeinvestigasi laporan soal vandalisme dan pencurian makam d isana. Di jalan, mereka ngangkut penumpang yang ngomongin soal keluarganya yang kerja di rumah penjagalan tua. Penumpang itu kemudian berlaku aneh, dia ngambil pisau saku Franklin dan ngelukain dirinya sendiri, kemudian ngambil foto polaroid tiap-tiap orang dan minta uang dari situ. Sally dan yang lainnya nolak buat ngebayar, penumpang itu kemudian ngebakar foto dan ngegores lengan Franklin dengan pisau. Sally dan yang lainnya kemudian ngeluarin penumpang itu dan melanjutkan perjalanan. Pas lagi di jalan, mobil yang mereka kendarai kehabisan bensin, dan bensin di SPBU yang mereka datangi juga habis dan baru dikirim beberapa jam lagi. Bukannya nungguin bensinya dateng, mereka malah ngelanjutin perjalanan. Waktu mereka sampe, Franklin ngasih tau Kirk sama Pam soal kolam renang yang ada di deket sana, dan mereka malah nemuin rumah aneh yang deket situ. Kirk yang masuk ke dalam rumah, minta bantuan buat ngisi bensin mobil mereka yang lagi habis. That’s when the nightmare starts...

 

3. THE EXORCIST

 

 

Film ini fenomenal banget karena dibilang mengagung-agungkan setan, sehingga Linda Blair, pemeran si anak yang kerasukan di film ini, dikasih bodyguard sama Warner Bros selama 6 bulan setelah filmnya dirilis. Selain itu waktu di penyiaran film pertamanya, film ini punya pengaruh yang kuat banget sama penonton di banyak bioskop sampe banyak paramedis yang siaga karena banyaknya yang pingsan dan histeris. Film ini diadaptasi dari novel tahun 1971 yang berjudul sama karya William Peter Blatty tentang seorang gadis kecil yang kerasukan setan, serta usaha nekat ibunya buat nyoba nyembuhin lewat ritual eksorsisme yang dilakuin sama dua orang pastur Katolik. Mereka berdua sempat mengalami kesulitan karena yang merasuki badan anak kecil ini bukan setan biasa, tapi Iblis itu sendiri. Hal ini bermula waktu Bapa Merrin nemuin sebuah batu berukir mahluk yang mengerikan sebagai Pazzuzu, simbol paganisme yang melambangkan setan. Pazuzu adalah iblis yang berasal dari mitologi Assyrian dan Babilonia sebagai iblis yang membawa kelaparan waktu musim kering dan belalang waktu musim hujan. Pazuzu juga adalah raja iblis yang menguasai angin. Film ini adalah salah satu dari sekian banyak film ‘anak setan’, dan baik film maupun bukunya terinspirasi dari praktik eksorsisme yang terjadi tahun 1949 atas seorang bocah laki-laki berumur 14 tahun. Lokasi Bapa Merrin menemukan batu bergambar itu ada di kota tua yang ada di Irak, Nineveh di daerah Hatra. Tapi saat ini sudah dihancurkan oleh ISIS karena ISIS menganggap hal-hal yang ada gambarnya atau ukirannya bukanlah bagian dari agama Islam.

Meskipun saat itu lagi ada inflasi, film ini berhasil buat jadi salah satu film horror paling menguntungkan sepanjang masa, memperoleh penghasilan kotor sebesar $402.500.000 di seluruh dunia. Film ini juga dapet 10 nominasi Piala Oscar dan memenangkan Penataan Suara terbaik dan Penulisan Skenario Adaptasi Terbaik. Banyak banget kontroversi film ini karena keseramannya dan menyangkut soal agama. Waktu dirilis di UK, beberapa pemimpin kota melarang film itu untuk dirilis. Hal ini membuat sebuah travel company di sana bikin “Exorcist Bus Trip” yang ngebawa orang-orang ke kota terdekat di mana film Exorcist ini ditayangin. Psst, awalnya juga agensinya Linda Blair nggak mau make Linda, malah ngasi 30 orang lain buat dijadiin Regan, tapi kemudian ibunya Linda ngebawa Linda buat nyoba audisi sendiri diluar dari agensinya . Hmm.. kebukti kan Linda malah meraih nominasi Oscar sebagai Pemeran Wanita Terbaik.

 

4. THE SILENCE OF THE LAMBS

 

 

Film ini adalah film tahun 1991 pemenang Academy Award, disutradari oleh Jonathan Demme. Film ini dibintangi sama Jodie Foster dan Anthony Hopkins, yang diadaptasi dari novel karya Thomas Harris yang nyeritain soal Dr. Hannibal Lecter yang merupakan psikiater, pembunuh genius dan kanibal. Awalnya bermula waktu agen muda Clarice Starling yang ditarik keluar dari Akademi FBI di Quantico oleh Jack Crawford dari departemen Behavioral Science Unit. Jack menugaskan Clarice buat nginterview dan ngedapetin petunjuk atau insight dari pembunuh berantai kanibal Dr. Hannibal Lecter yang mungkin bakalan berguna buat ngejar pembunuh berantai lainnya yang punya nama samaran “Buffalo Bill”, yang dalam aksinya menguliti mayat wanitanya. Buffalo Bill menculik putri senator Amerika, Catherine Martin. Crawford bilang ke Clarice buat bikin perjanjian palsu sama Lecter buat nemuin Buffalo Bill dan nyelametin Catherine. Tapi Lecter malah pengen perjanjian quid pro quo dari Clarice, dengan janji bakalan ngasih petunjuk soal Buffalo Bill sebagai alat pertukaran. 

Pemeran Hannibal Lecter, Anthony Hopkins, mempelajari beberapa profil dari pembunuh berantai buat memperkuat karakternya. Dia juga berkunjung ke penjara dan mempelajari pembunuhan berencana, serta hadir di sidang hearing yang melibatkan pembunuhan sadis dan pembunuhan berantai. Waktu pertama kali ditelepon sama agensinya yang bilang kalo mereka ngirim manuskrip yang judulnya “The Silence of the Lambs”, Hopkisn ngira kalo dia bakalan main di film buat anak-anak. Karena banyak pake inspirasi serial killer buat film ini, Buffalo Bill—pelaku dari penculikan Catherine—adalah kombinasi dari tiga orang pembunuh berantai yang benar-benar ada di dunia ini, diantaranya adalah Ed Gein, yang menguliti korbannya, Ted Bundy, yang make gips di tangannya buat ngumpanin cewek-cewek masuk ke vannya, dan Gary Heidnick, yang nyimpen orang-orang yang dia culik di bawah tanah.

Film ini juga terinspirasi dari kisah nyata antara profesor kriminologi University of Washington Robert Keppel dan pembunuh berantai Ted Bundy. Bundy nolongin Keppel buat menyelidiki kasus pembunuhan berantai Green River di Washington, yang selesai tahun 2001 waktu Gary Ridgway tertangkap dan didakwa bersalah atas 48 pembunuhan berencana tingkat pertama.

Nggak cuma Anthony Hopkins yang riset sebelum filmnya mulai, Jodie Foster juga riset ke agen FBI buat memperkuat karakternya. Salah satunya adalah agen Mary Ann Krause, yang ngasih ide ke Foster tentang Clarice berdiri di samping mobilnya dan menangis. Krause bilang ke Foster, kalo kadang pekerjaan ini berat banget dan hal itu adalah salah satu cara yang bagus buat ngelepasin hal itu secara emosional. Jodie Foster, Jonathan Demme dan Scott Glenn dan beberapa pemain dan kru di film ini riset mati-matian biar karakternya kuat dan milih buat riset di tempat training FBI di Quantico, Virginia. Mereka belajar banyak di bawah asuhan agen profiling kriminal, belajar cara make senjata api dan pelatihan agen FBI, serta belajar di dalam kelas tentang FBI.  Film ini juga didukung sepenuhnya sama FBI karena karakter Clarice Sterling ini dianggap bagus buat ngerekrut lebih banyak agen FBI wanita. The Silence of The Lambs berhasil ngebawa pulang lima Oscar untuk kategori: Best Actor, Best Actress, Best Director, Best Picture dan Best Adapted Screenplay dan dipilih oleh Library of Congress buat direservasi di National Film Registry di bulan Desember 2011 sebagai “culturally, historically, or aesthetically significant.”

 

5. A NIGHTMARE ON ELM STREET

 

 

Taglinenya aja udah serem banget, “If Nancy Doesn’t Wake Up Screaming She Won’t Wake Up At All”. Film ini dirilis tahun 1984 dan merupakan film dengan genre supernatural slasher. Berlokasi di kota Midwestern Springwood, Ohio, ceritanya berpusat di sekitar beberapa remaja yang diikuti dan dibunuh di mimpinya (dan terbunuh di dunia nyata juga) oleh Freddy Krueger. Mereka nggak tau apa penyebab dari fenomena aneh ini, tapi orangtua mereka tau dan nggak mau ngasih tau rahasia kelam yang disimpan dari zaman dulu.  Freddy Krueger adalah pembunuh anak-anak yang dibebaskan bersyarat. Sebagai salah satu bentuk main hakim sendiri, para orang tua di daerah tempat anak pembunuh itu tinggal, membakar Freddy hidup-hidup. Hal ini bikin Freddy Krueger menghantui anak-anak dari orangtua yang udah membakarnya hidup-hidup dan berencana buat balas dendam. 

Meskipun keliatannya menyeramkan dan rumit, film ini cuma dibuat selama 30 hari. Sebanyak 500 galon darah buatan dipake selama proses pembuatan film ini. Tadinya, studio film New Line Cinema hampir bangkrut, tapi karena film A Nightmare On Elm Street ini sukses banget, New Line Cinema nggak jadi bangkrut. Bahkan beberapa sambil bercanda bilang kalo New Line itu “the house that Freddy built”. Sutradara Wes Craven dapet ide buat bikin film ini dari potongan artikel di koran LA Times tentang pengungsi Asia dari suku Hmong, beberapa dari mereka meninggal karena mimpi buruk yang menyeramkan. Suku mereka datang ke Amerika buat kabur dari rezim Pol Pot dan selama beberapa tahun kemudian tiga orang meninggal dengan kondisi yang sama di tiap kasus: orang yang masih muda dan sehat menolak tidur dan dapet mimpi buruk, tapi kemudian tertidur karena kecapean. Mereka kemudian terbangun sambil berteriak lalu meninggal. Hasil otopsi menunjukkan kalo mereka nggak meninggal karena serangan jantung, tapi mereka meninggal begitu aja. Hii serem banget! Psst, film ini adalah film pertamanya Johnny Depp lho!

 

6. THE BLAIR WITCH PROJECT

 

 

Film ini adalah film independen paling sukses sepanjang masa dengan penghasilan bersih lebih dari 248 juta US$ di seluruh dunia. Tiga orang mahasiswa film yang mendaki Black Hills dekat Burkittsville Maryland di tahun 1994 buat ngedokumentasiin film tentang legenda lokal yang diketahui sebagai the Blair Witch. Tiga orang ini menghilang, tapi video dan peralatan sound mereka ditemuin setahun kemudian; “recovered footage” yang ditemukan inilah yang ceritanya jadi film yang kita tonton. Heather, Michael dan Joshua pergi ke Burkittsville dan mewawancarai beberapa orang di sana tentang legenda itu. Mereka semua bilang hal yang sama soal Rusin Parr, seseorang yang tinggal di hutan dan menculik delapan anak di tahun 1940an. Setelah nyerahin diri ke polisi, Parr bilang kalo roh Elly Kedward, wanita yang d eksekusi atas praktik sihir di abad ke-18 maksa dia buat ngelakuin pembunuhan itu. Mereka yang masih penasaran terus mengunjungi tempat-tempat berhantu di mana beberapa pembunuhan terjadi dan banyak orang hilang. Karena penasaran itu mereka ngalamin banyak hal-hal menyeramkan .

Kalo A Nightmare In Elm Street butuh 30 hari buat ngefilmin filmnya, The Blair Witch Project cuma butuh 8 hari buat nge-shoot filmnya! Film ini juga film dengan budget rendah, tapi nerima profit yang gede banget. Jadi kalo diitung-itung sama profitnya, mereka cuma ngabisin uang sebanyak $1 setiap harinya. Ibu Heather Donahue nerima banyak banget kartu berisi ungkapan belasungkawa atas hilangnya Heather, saking banyaknya orang yang teryakini kalo Heather hilang. Heather sendiri mengakui kalo final scene-nya nakutin banget buat dia, dia terus-terusan sesak nafas dan menangis bahkan setelah syutingnya selesai.

 

7. FRIDAY THE 13TH

 

 

Film dengan genre slasher ini diinspirasi dari kesuksesan film Halloweennya John Carpenter. Berlokasi di tempat kamping No-Be-Bo-Sco di New Jersey. Tempat kempingnya sampe sekarang masih berfungsi dan sebagai pertanda kalo filmnya pernah dibuat di sini, dibuatlah sebuah tembok yang bergambarkan Friday The 13th sebagai peringatan. Kebanyakan set yang diperluin udah ada di situ, dan bagian properti cuma perlu ngebangun set kamar mandi. Film ini dimulai dengan dua orang yang pergi ke tempat kemping Crystal Lake, Barry dan Claudette, yang pergi dari kumpulan teman-temannya yang berkumpul di api unggun dan pergi ke sebuah kabin, tapi kemudian keduanya dibunuh. Pembunuhan kedua berlanjut sewaktu seseorang bernama Annie menanyakan tentang perkemahan itu kepada seorang Ralph, yang kemudian memperingati Annie buat nggak ke sana dan ngebuka perkemahan itu kembali karena seseorang pernah tenggelam di danaunya, dua kejadian pembunuhan, kebakaran dan kasus air beracun. Kemudian film berlanjut kepada adegan lain di mana sekelompok remaja mengadakan kemping di tempat itu dan mulai mengalami hal-hal aneh, diikuti dengan menghilangnya teman-teman mereka satu per satu. Alice, salah satu orang di dalam kelompok itu harus berjuang menyelamatkan teman-temannya—dan dirinya sendiri—dari pembunuh yang berkeliaran di tempat kemping itu.

Film ini dirilis sama Paramount Pictures di AS dan Warner Bros buat internasionalnya. Film ini dapet sambutan beragam dari banyak kritikus, dan dapet total profit sebanyak $39.7 juta di box office di Amerika, dan jadi salah satu film slasher paling menguntungkan dalam sejarah perfilman. Padahal budget yang dipake buat ngefilminnya cuma $550.000 aja! Film ini juga merupakan film slasher pertama yang didistribusiin di Amerika oleh studio besar, Paramount Pictures. Kesuksesan dari film ini, bikin banyak sekuel dihadirkan, bahkan ada crossover sama Freddy Krueger, si pembunuh dari film A Nightmare on Elm Street. Si pembunuh yang bernama Jason tadinya mau dinamain Josh sama Victor Miller, penulis skrip Friday The 13th. Tapi karena menurutnya nama Josh itu kedengeran terlalu anak baik-baik, dia ngeganti lagi jadi Jason karena keingetan sama orang yang suka nge-bully di sekolahnya. Kalo di film Halloween banyak pake bantuan musik buat nambah kesan seremnya, tapi film ini make dikit banget musik. Hal ini adalah sesuatu yang diputuskan sama Harry Manfredini, penata musik film ini bilang kalo musik cuma ada waktu pembunuhnya ada.

 

 

 

Written by Ni Wayan Desy
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar