JALAN-JALAN KE KOTANYA NELSON MANDELA DI JOHANNESBURG, SOUTH AFRICA

October 07, 2017

JOHANNESBURG-SOUTH-AFRICA

 source: Shutterstock

 

Dengan kepadatan penduduknya dan sebagai pusat kota perdagangan emas dan berlian, Johannesburg atau yang biasa disingkat dengan Joburg become one of the largest metropolitan areas of the world. Tapi, di luar itu, Joburg ternyata juga punya sejarah yang menarik lho.

 

 

ABOUT JOHANNESBURG

Awalnya Joburg bukan kota tujuan para turis melainkan kota transit untuk ke kota lainnya di Afrika. Karena di tempat ini ada bandara internasional terbesar dan tersibuk, O.R. Tambo International Airport. Sebagai one of the world’s leading financial centers, Joburg juga punya 150 heritage yang setengahnya adalah monumen nasional, kebun binatang, dan art gallery. Belum lagi bermacam-macam attracts tourist spots lainnya kayak flea market dan shopping avenue. Yang bikin menarik dari tempat wisata di sini sebenernya adalah sejarahnya.  

Di Joburg ada banyak banget tempat wisata, tapi kalo mau khas Afrika Selatan datang aja ke Rosebank Flea market atau Rosebank Rooftop Market yang buka tiap jam 9 am-5 pm. Tempat ini favorit banget buat para turis, karena you’ll never know what you’ll find. Saking banyaknya yang unik! Food the food, mumpung lagi di negeri asalnya, cobain aja Nando’s Restaurant.

 

HISTORICAL CITY TOUR

Di tempat ini banyak banget jasa tur yang tersedia. Dan kalo emang kita baru pertama kali ke sini lebih baik pake jasa tur aja. Karena transportasi di tempat ini susah dan cukup mahal. Untuk milih jasa tur, disarankan emang tur yang nyediain akomodasi dan penginapan yang lengkap ya. Tiap jasa tur sebenernya ngasi destinasi yang beda-beda. Nah, kalo kita mau ke tempat-tempat bersejarahnya, harus datengin tempat-tempat ini nih :

  • Nelson Mandela Square

 

JOHANNESBURG-SOUTH-AFRICA

source: rooms for africa, booking

 

Shopping centre yang letaknya di Sandton City, dulu namanya Sandton Square. Tapi sejak tahun 2004 namanya diubah karena ada patung Nelson Mandela di depannya untuk hormatin beliau. Nggak cuma ada café dan restoran, di sekitar Malendela Square juga ada history frame.

  • Nelson Mandela House (At Soweto)

 

JOHANNESBURG-SOUTH-AFRICA

source: wikimedia, the irish time

 

Ini dia highlight of the entire trip, Rumah Nelson Mandela! Yup, sebenernya Nelson Mandela punya dua rumah sebelum dia dipenjara dan setelah ia dipenjara. Salah satunya berada di Vilakazi Street, Soweto. Rumah lamanya ini sangat sederhana, hanya terbuat dari batu bata merah. Dan Mandela pun nyumbangin rumahnya ini ke lembaga Soweto Heritage Trust. Karena banyak banget turis yang dateng ke rumah Nelson, akhirnya rumah ini dijadiin museum sampe nerima National Heritage Sites.

Di dalam rumah ini ada beberapa furniture yang biasanya dipake semasa hidupnya dulu. Misalnya lemari pakaian, tempat tidur, lemari, dan juga foto-foto, dan juga foto serta piagam-piagam miliknya. Rumah kecil ini masih sangat terawat, walaupun sempat beberapa kali direnovasi. Lubang bekas tembakan peluru pun juga dibiarkan gitu aja.

Uniknya, nggak jauh dari tempat ini ada rumah pejuang HAM Archbishop Desmond Tutu. Ngejadiin jalan ini tempat di dunia yang punya dua rumah peraih nobel perdamaian.

  • Sowerto (South Western Township)

 

JOHANNESBURG-SOUTH-AFRICA

source: sowetotour

 

Di daerah Sowero juga ada tempat bersejarahnya lho. Yaitu tempat pemerintah nempatin orang-orang kkulit hitam di Afrika untuk bekerja di pertambangan emas tahun 1940-1960. Rumah-rumah yang ada di sini bukan cuma dibangun buat penduduk asli tapi juga buat nampung imigran hitam dari Negara Afrika lainnya ke Negara Afrika Selatan.

Di Soweto nggak usah segan buat ngobrol dengan masyarakatnya. Karena mereka sangat ramah dengan turis pendatang. Kunjungi juga Hector Pierson museum yang nggak jauh dari Mandela House, tepatnya di Orlando West. Tempat ini ada memorial buat ngenang Hector Pieterson, remaja usia 13 tahun yang tewas pas perjuangin kebebasan demokrasi ngelawan pemerintah apartheid tahun 1976.

 

THINGS YOU NEED TO KNOW

  • Liburan di Afrika Selatan, sebenernya nggak bisa ditarget harus berapa lama. It all depends on your budget, travel style, and your interest. Selama 4 hari 3 malam mungkin cukup untuk ngelilingin Joburg. Tapi, kalo mau lebih lama mending dikombinasi dengan kota lain kayak Cape Town.
  • Kalo berencana traveling sendirian, sebaiknya cari koneksi sebelum berangkat ke sana. Misalnya dengan kontak social network yang namanya com. Mereka bisa ngasih rekomendasi city tour around Joburg yang namanya HOHO (Hop On Hop Off) bus tur di mana pemandunya adalah anak lokal Couchsurfing. Tentang komunitas ini sangat reliable dan dipercaya deh. Untuk biasanya, day trip dengan HOHO kurang lebih R170.
  • Buat visa kita bisa segera kunjungi website dirco.gov.za atau ke embassy office South Africa di Jakarta. Pastikan siapin sebelum keberangkatan supaya gampang ya.
  • Siapin jadwal kegiatan yang lengkap. Dan terutama, perhatiin cuaca dan musimnya. Paling enak ke Joburg sebenrnya pas musim panas (Desember-Februari) walaupun harus sedia payung karena sering hujan. Tapi, kalo musim dingin, tengah tahun (Mei-Agustus) adalah waktu yang tepat sekaligus high season.
  • Buat yang muslim, di Joburg juga aman banget. Karena banyak makanan halal dan rasanya juga cocok buat lidah orang Indonesia.

 

 

Written by Ritza Laksana Candra, rewritten by Yuliana Kirana
Photo Source:
berbagai sumber
Share to:

Comments

0 Comments
Sort By   
Silahkan login untuk menulis komentar